Tampilkan postingan dengan label musahabah cinta.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label musahabah cinta.. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Juli 2012

♥.Malu Tapi Bukan Malu Malu Kucing.♥.

.♥.BismillaahiRRahmaaniRRaahiim.♥.

.♥.AlhamdulillahiRabbil'aalamiin.♥.

.♥.Allahumma Shalli 'Ala Sayyidina
Muhammadin,,Wa'ala aalihi
Washahbihi Ajma'in.♥.

.♥.Ya Allah
jadikanlah cintaku pada Mu sebagai
suatu yang paling ku cintai dan
jadikanlah kecemasanku terhadap
Mu sebagai suatu yang paling
kucemaskan. Putuskanlah dari
segala urusan dunia demi
kerinduanku pada Mu.♥.

.♥.Malu Tapi Bukan Malu Malu Kucing.♥.

Dikutip dari Irsyad ( kisah teladan )

Alkisah,Khalifah Umar bin Khattab
brkeliling ke seantero Madinah..

Seperti
biasa,ia melakukan inspeksi
mendadak tnpa protokoler yg
ribet..

Khalifah nan brshaja ini hanya
ditemani seorang pengawal
setianya..

Setelah beberapa saat
brkeliling,tibalah beliau di pinggiran
kota,dan menemukan sbuah gubug
kecil yg mash tmpak
bnderang,pertanda penghuninya masih
belum trlelap..

Khalifah Umar sngat
tertarik untk mengetahui lbih
jauh,siapa pemilik rumah Tersebut..

sebab di
tngah gelap gulita,sang empunya msh
braktvitas..

Perlahan Khalifah Umar mendkati
gubug itu..

Lirih trdngar perckapan
seorang ibu dan anak gadisnya.
“Anakku,stiap hari susu kmbing kita
terjual laris.Menurut pelanggan susu
itu rasanya enak dan kualitasnya
baik,”ujar sang ibu..

“Betul,bunda,,”jwb anaknya trsnyum..

“Tp mlm ini kmbing kita hnya
menghasilkan sdikit susu..

Rasanya tak
mungkn ckup pnuhi permintaan
pelanggan kita,”ibunya mengeluh..

Wanita yg nampak makin tua dimakan
usia dan kemiskinan itu trtnduk
lesu..

Wajahnya murung dan
gelisah..

Helaan nafas panjang sesekali
trdgar,pertanda dia sdang brfkir
keras..

“Bunda,jgn sedih??Anaknya
mencoba menghbur..

“Berarti ini rezeki
yg dianugerahkan Allah untk kita hari
ini..

Insya Allah,besok kambing kita
akan mengeluarkan susu lbh bnyak
dan rezeki kita jga akan
brtmbah.”nampak senyum menghiasi
wajah cntik gadis itu..

Khalifah Umar yg
dari tdi mendngar perckapan
mereka,tersenyum..

Ia nampak bhagia
menemukan seorang gadis yg qanaah
dan selalu mensyukuri nikmat yg
dikaruniakan Ilahi..

Khalifah Umar
makin penasaran.Ia pun lbh
mendkatkan telinganya ke gubug itu..

“Tp ibu khawatir pelanggan kita kcewa
dan tdk mau membeli susu kpd kita
lagi..

Bgaimana kalau susunya kita cmpur
dgn air? kalau hnya sdkit,menurut ibu
rasanya tak masalah.”ide ibu. “Jangan
bunda,,Apakah itu bkan berarti kita
curang??

Lbih baik kita brterus terang
bhwa stok susu hanya sdikit,mereka
pasti akan ngerti..

Lg pula kalau
ketahuan kita akan dihukum oleh
Khalifah Umar,”anak gadisnya
brargumen. “Khalifah tdk akan
tahu..

Saat ini,ia pasti tengah tidur lelap
di istana megahnya bralaskan tilam
dan brselimutkan sutera..

Bgaimana
mungkn ia tahu kalau kita mencmpur
susu dgn sdkit air??

Apakah ia pduli
dgn kesusahan dan kesulitan yg kita
alami jika ia sndiri tak pernah
merasakan pnderitaan??

ibunya
bersikeras. “Bunda,”anaknya
merajuk.“Khalifah mungkn tak melihat
dan tak tau yg kita lakukan mlm
ini..

Tp,bkankah kita selalu diawasi oleh
‘kamera Ilahi’ yg siaga 24 jam tk ada
sdikitpun yg bsa dismbunyikan
dari Nya??

Bkankah Malaikat Rakib dan
‘Atid selalu snantiasa mengiringi
lngkah kita??

Relakah bunda kalau amal
ibadah yg kita lakukan selama ini
hangus hnya krna keuntungan sesaat??

Apakah bunda tak malu jika kelak
tangan dan kaki ini bersaksi di
Mahkamah Ilahi??

Wanita itu
trdiam..

Bibirnya trkatup rapat,tak
mampu mengeluarkan sepatah
katapun..

Kata2 anaknya bgai anak
panah yg melesat dan tpat
menghujam ulu hatinya..

Bibirnya
brgetar,btinnya menangis,bulir2
bening menitik di ujung kedua kelopak
matanya yg mulai mengeriput,,Ia
malu..

Malu kpd anak gadisnya tlah
mengajarkan tndakan curang,,Malu
kpda diri sndiri..

pdahal ia selalu
berpesan kpd anaknya untk brkata
dan brlaku jujur.Dan ia malu kpd Allah..

karena tlah berupaya melegalkan
kecurangannya atas nama kemiskinan
dan pnderitaan..

----------------------------------------
.♥.Mohon maaf bila ada kata-kata
yang kurang berkenan.♥.

.♥.Uusyykum Wa Nafsi Bi Taqwallah.♥.

.♥.Salam santun silaturahim Ukhuwah
Islamiyah.♥.

✿•.❀¸.•❤•.❀.❀❀.•❤•



✿•.❀¸.•❤•.❀.❀❀.•❤•

Dipersilahkan bagi sahabat'' yang ingin
SHARE / TaG,,,
Bantulah sahabat'' lain yg
membutuhkan bantuan Tag,
Semoga menjadi amal Shaleh
bersama,InsyaALLAH..

-----------------------------------------
Semoga bermanfaat..
Aamiin Ya Rabbal'alamiin..
----------------------------------------

✿•.❀¸.•❤•.❀.❀❀.•❤•.¸✿ ✿
ƸӜƷ.¸¸¸.••..ƸӜƷ..••.¸¸¸.ƸӜƷ..••.¸¸¸
.ƸӜƷ

♥❀❤Cantik nya Wanita Itu ♥❀❤

♥❀❤Cantik nya Wanita Itu ♥❀❤

.♥.BismillaahiRRahmaaniRRaahii
m.♥.

Wahai ukhti..

Cantiknya wanita itu,
bukan kerana ramainya lelaki yang
memujamu..

Cantiknya wanita itu,
bukan kerana cantik dan mahalnya
pakaian yang menutup auratmu..
Cantiknya wanita itu,
bukan kerana manjanya nada
suaramu..

Cantiknya wanita itu,
bukan kerana kelembutan yang bukan
pada tempatmu..

Cantiknya wanita itu,
bukan kerana keberanian yang salah di
sisi agamamu..

Namun Ukhti..

Cantiknya wanita itu terletak
pada bibirmu yang selalu berzikir,
pada mukamu yang bersinar dengan
cahaya wudhuk,
pada hatimu yang penuh rahmah dan
taqwa,
pada pendirianmu yang tak goyah,
memperjuangkan agamamu,
yang semakin hari semakin penat,
kerana madrasah utama ummah,
hilang arah dan tujuan kehidupan..

Wahai ukhti..

Mengapa harus berbangga diri,
Tiada yang tinggal dalam jasadmu,
kecuali rohmu yang suci,
janganlah engkau kotorkan dengan
hawa nafsu..

Yang menjadi pinjaman pasti akan
dipulangkan,
kepada Pemiliknya kelak..

Wahai ukhti..

Sudah engkau menjadi bahaya fitnah,
yang sudah termaktub sejak beribu
tahun dahulu..

Apakah engkau sanggup
merealisasikan
sebuah fitnah,
yang mampu menggoncang keimanan
setiap yang bernama lelaki??

Wahai Ukhti..

Bukan diskriminasi Tuhan,
yang menciptakanmu sedemikian,
kerana engkau ibarat mutiara yang
bernilai..

Yang sewajarnya dijaga rapi setiap
saat..

Selayaknya simpanlah kecantikanmu,
kepada yang layak engkau pamerkan..

Bahkan pahala yang bakal diterima,,
jika diberi pada tempatnya dan tepat
orangnya..
(^_^)

::♥ Ketika Kau Pergi MenghadapNYA ♥::



MALAM ketika kau datang dan langsung duduk di sebelahku, memelukku, dan menyandarkan kepalamu di bahuku, aku terdiam. Bahkan kuurungkan niatku untuk meminta maaf atas kesalahan yang telah kupendam selama lima tahun ini. Karena kamu tak sedang ingin bicara. Hanya bersandar di bahuku dan memelukku dengan erat, seolah tak ingin lepas. Hingga kurasakan otot tanganmu yang kecil itu seperti membelit tubuh dari samping kiriku.

Namun aku memberanikan diri untuk bicara. Karena kupikir, terlalu berat menanggung rasa bersalah ini selama lebih dari setengah dasa warsa, sebuah waktu yang tak pendek untuk menyembunyikan sebuah kebohongan. Sedang aku mencintaimu dengan tulus, dan tak ingin kehilanganmu. “Sayang, tolong beri kesempatan aku bicara, lima menit saja,”. Kali ini dia tak hanya meresponku dengan diam dan geleng-geleng kepala. Jari telunjuknya bahkan langsung menutup bibirku, hingga lagi-lagi kubatalkan niatku.

“Plizzzzzzz, jangan kau ajak aku bicara. Kali ini saja! Aku sedang ingin memelukmu sekuat tenagaku, selama mungkin, sampai akhir hidupku. Karena aku takut akan kehilangan kesempatan ini, sehingga menyesal di kehidupan nanti,” tuturnya sambil terus menenggelamkan kepalanya di bahuku, hingga pundakku terasa berat.

sepucuk surat untug mu calon imam kku .

I KERANA ALLAH,,

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

`*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhumღAamiin ya Rabbal'alamin.

Calon suamiku…
Sengaja kusimpan rapi rindu ini,
Hanya kutorehkan dalam bait-bait tinta untukmu,
Yang saat ini belum bisa kuhaturkan padamu,Hingga saatnya nanti tiba,
Ketika sebuah ikatan suci mengikat jiwa dan raga kita,
Dalam sebentuk ketaatan dan cinta,Upayaku menjadi sebaik-baik perhiasan dunia..
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Reddit
Feed

“akhy, ikatkan hati kita dengan ridha-nya”


Saat itu tanpa aku sadari air mata ini menetes,.saadt untaian cinta dan kasih tagh lagi bisa kku dengan di tiap hari-hari ku ,

 
kamu adalah tetangga kku,. Meski dekat tagh pernah kku lihat sekilas wajah yang terbayang,. Adakah dindu dihatimu.?! *aku merindukan mu . menantimu sampai cinta itu kembali , akhy , maafkanlah aku yang menyakitimu , tagh kan lagi aku ulang kesalahan yang sama . J


aku dan keputusan ku . 

semoga pahit manis kehidupan ini dapat aku lalui, dengan menunggu dan slalu mengenang mu . <3

Istri yang sholihah .

Hari itu merupakan hari bahagiaku, alhamdulillah. Aku telah menyempurnakan separo dienku: menikah. Aku benar-benar bahagia sehingga tak lupa setiap sepertiga malam terakhir aku mengucap puji syukur kepada-Nya.
Hari demi hari pun aku lalui dengan kebahagiaan bersama istri tercintaku. Aku tidak menyangka, begitu sayangnya Allah Subhanahu wa Ta’ala kepadaku dengan memberikan seorang pendamping yang setiap waktu selalu mengingatkanku ketika aku lalai kepada-Nya. Wajahnya yang tertutup cadar, menambah hatiku tenang.
Yang lebih bersyukur lagi, hatiku terasa tenteram ketika harus meninggalkan istri untuk bekerja. Saat pergi dan pulang kerja, senyuman indahnya selalu menyambutku sebelum aku berucap salam. Bahkan, sampai saat ini aku belum bisa mendahului ucapan salamnya karena selalu terdahului olehnya. Subhanallah.
Wida, begitulah nama istri shalihahku. Usianya lebih tua dua tahun dari aku. Sekalipun usianya lebih tua, dia belum pernah berkata lebih keras daripada perkataanku. Setiap yang aku perintahkan, selalu dituruti dengan senyuman indahnya.
Sempat aku mencobanya memerintah berbohong dengan mengatakan kalau nanti ada yang mencariku, katakanlah aku tidak ada. Mendengar itu, istriku langsung menangis dan memelukku seraya berujar, “Apakah Aa’ (Kakanda) tega membiarkan aku berada di neraka karena perbuatan ini?”
Aku pun tersenyum, lalu kukatakan bahwa itu hanya ingin mencoba keimanannya. Mendengar itu, langsung saja aku mendapat cubitan kecil darinya dan kami pun tertawa.
Sungguh, ini adalah kebahagiaan yang teramat sangat sehingga jika aku harus menggambarkanya, aku tak akan bisa. Dan sangat benar apa yang dikatakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Dunia hanyalah kesenangan sementara dan tidak ada kesenangan dunia yang lebih baik daripada istri shalihah.” (Riwayat An-Nasa’i dan Ibnu Majah).
Hari terus berganti dan tak terasa usia pernikahanku sudah lima bulan. Masya Allah.
Suatu malam istriku menangis tersedu-sedu, sehingga membangunkanku yang tengah tertidur. Merasa heran, aku pun bertanya kenapa dia menangis malam-malam begini.
Istriku hanya diam tertunduk dan masih dalam isakan tangisnya. Aku peluk erat dan aku belai rambutnya yang hitam pekat. Aku coba bertanya sekali lagi, apa penyebabnya? Setahuku, istriku cuma menangis ketika dalam keadaan shalat malam, tidak seperti malam itu.
Akhirnya, dengan berat hati istriku menceritakan penyebabnya. Astaghfirullah… alhamdulillah, aku terperanjat dan juga bahagia mendengar alasannya menangis. Istriku bilang, dia sedang hamil tiga bulan dan malam itu lagi mengidam. Dia ingin makan mie ayam kesukaanya tapi takut aku marah jika permohonannya itu diutarakan. Terlebih malam-malam begini, dia tidak mau merepotkanku.
Demi istri tersayang, malam itu aku bergegas meluncur mencari mie ayam kesukaannya. Alhamdulillah, walau memerlukan waktu yang lama dan harus mengiba kepada tukang mie (karena sudah tutup), akhirnya aku pun mendapatkannya.
Awalnya, tukang mie enggan memenuhi permintaanku. Namun setelah aku ceritakan apa yang terjadi, tukang mie itu pun tersenyum dan langsung menuju dapurnya. Tak lama kemudian memberikan bingkisan kecil berisi mie ayam permintaan istriku.
Ketika aku hendak membayar, dengan santun tukang mie tersebut berujar, “Nak, simpanlah uang itu buat anakmu kelak karena malam ini bapak merasa bahagia bisa menolong kamu. Sungguh pembalasan Allah lebih aku utamakan.”
Aku terenyuh. Begitu ikhlasnya si penjual mie itu. Setelah mengucapkan syukur dan tak lupa berterima kasih, aku pamit. Aku lihat senyumannya mengantar kepergianku.
“Alhamdulillah,” kata istriku ketika aku ceritakan begitu baiknya tukang mie itu. “Allah begitu sayang kepada kita dan ini harus kita syukuri, sungguh Allah akan menggantinya dengan pahala berlipat apa yang kita dan bapak itu lakukan malam ini,” katanya. Aku pun mengaminkannya.

MAHAR (tauhid)

Bissmillahirrahmanirahim..


Aku bertemu suami hampir sebelas tahun lalu semasa semester akhir di perguruan tinggi. Awal yang tak sengaja, saat aku kena tilang (Istilah untuk pelanggaran aturan lalu lintas) di jalan sepulang kuliah. Suami lah yang kala itu menilangku. Karena tergesa-gesa pulang, helemku yang usai dipinjam teman ketinggalan di parkiran kampus. Seminggu berikutnya, aku kena razia lagi, gara-gara lupa membawa SIM. Itulah aku, masih muda tapi pelupa. Belum lagi kebiasaanku yang ceroboh dan asal taruh makin menambah daftar hitam “sifat burukku”. Bapak dan ibu sering sekali menegurku. Dan saat razia ini lagi-lagi aku berhadapan dengan polisi yang sama. Ya suamiku itu. 
“Saudari tidak malu kena tilang terus?” Tanyanya kala itu sambil senyum-senyum. 

Ya, malu pak. Bapak juga nggak bosen nilang saya?” Jawabku sekenanya. 

Dia dan beberapa temannya tertawa. Aku diam-diam merasa dongkol. Siapa yang pingin lupa dan siapa juga pingin kena tilang? Aku menggerutu dalam hati. 
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Reddit
Feed

*sebutir mutiara seindah wanita sholihah*

air mata yg di berkahi.
Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu melihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Qur'an) yang telah mereka ketahui (dari
kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Qur'an dan kenabian Muhammad saw.) QS. Al-Maaidah (5) : 83.

Air mata yang menitik pelan melintasi kedua pipi kita ternyata tidak semata buliran air yang keluar dari kelopak mata, tapi ada rembesan makna yang penuh hikmah di mata Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Bahkan, keluarnya air mata akan menjadi penyebab hidup seseorang dalam keberkahan.

Dalam sebuah sabdanya, Rasulullah Salallohu 'alaihi wasallam pernah menyampaikan bahwa ada dua tetesan (qatrataani) yang dibanggakan dan kelak akan menjadi saksi di Hari Pengadilan, yaitu tetesan darah syuhada yang wafat karena menegakkan agama Allah dan tetesan air mata karena bertobat. Dalam kesempatan ini, kita akan mengenali ternyata ada banyak air mata yang dapat mengundang
keberkahan.

Pertama, air mata karena rasa cinta, takut, dan rindu kepada Allah. Air mata ini keluar disebabkan bercampurnya rasa haru dan bahagia karena telah mampu menemukan makna hakikat cinta sekaligus takut kepada Sang Khalik.

Kedua, kerinduan yang mendalam terhadap Rasulullah Salallohu 'alaihi wasallam, keluarga, dan para sahabat Radiyallahu Anhum . Seseorang yang larut dan terbuai saat bersenandung shalawat, karena
berharap dikunjungi Rasulullah Salallohu 'alaihi wasallam dalam setiap mimpinya dan rindu dengan syafaatnya, kemudian air mata menetes maka sungguh air mata ini adalah air mata yang diberkahi. Pada saatnya nanti, air indera penglihatan ini akan ikut bersaksi di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta'ala bahwa orang ini adalah benar umat Rasulullah Salallohu 'alaihi wasallam.

Ketiga, air mata bahagia karena bisa menunjukkan baktinya kepada orang tua. Saat mengenang dan menatap wajah orang tua, lalu menyeruak aura kebahagiaan, kemudian tidak terasa membulir air mata maka air mata ini akan turut berbicara, bahkan menjadi saksi di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Paling tidak, orang ini tercatat sebagai anak berbakti yang mendapatkan rida dari orang tua.

Keempat, air mata tobat, yaitu karena ingat akan dosa-dosa yang telah diperbuat. Baik teringat dengan dosa syirik, membunuh, zina, korupsi, atau ingat kepada orang-orang yang pernah disakiti. Seseorang yang menyesali semua perbuatannya ini lalu berdoa dan mengiba agar diampuni, kemudian dia menangis sejadi-jadinya maka insya Allah air matanya ini termasuk air mata yang diberkahi.

Kelima, air mata karena iba dan keprihatinan. Saat mendengar, melihat, dan menyaksikan mereka yang papa, seperti anak yatim yang ditinggal orang tua yang tak berpunya, orang-orang miskin yang berjuang untuk bertahan hidup, atau orang tua jompo yang ditelantarkan di jalanan oleh anak dan keluarganya, kemudian membuat terenyuh dan menitikkan air mata, insya Allah air mata ini adalah air mata yang diberkahi.

Terakhir, air mata yang diberkahi adalah air mata karena bahagia bisa khusyuk beribadah. Juga, haru dan senang karena bisa berkumpul dengan orang-orang shaleh di majelis ilmu dan zikir
Wa Allahu A'lam.