Segala puji hanya bagi Allah, shalawat dan salam semoga tetap
tercurahkan kepada baginda Rasulullah, dan aku bersaksi bahwa tiada
tuhan yang berhak disembah dengan
sebenarnya selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi -Nya dan aku
bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan -Nya..
Amma Ba’du:
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
قال الله تعالى : (إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ
وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ
وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ
وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ
وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ
وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيراً وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ
اللَّهُ لَهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْراً عَظِيماً) (الأحزاب: 35)
" Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan
perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam
ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan
yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan
perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa,
laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan
perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan
untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.
(QS. Al-Ahzab: 35)
Diriwayatkan oleh Al-Turmudzi di dalam kitab sunannya dari hadits Ummu
Imarah Al-Anshoryah radhiallahu ‘anha bahwa ia mendatangi Nabi Muhammad
shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, “Aku tidak melihat segala
sesuatu kecuali dikhususkan bagi kaum pria, dan kau tidak melihat
susuatu apapun yang secara khusus menyebutkan tentang perkara wanita.
Lalu turunlah ayat ini:
إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ
Dan inilah sebagian wasiat yang aku wasiatkan kepada sebagian
saudara-saudaraku yang beriman semoga Allah memberikan manfaat
dengannya.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
قال الله
تعالى : (وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ
يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ
الصَّلاَةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللّهَ وَرَسُولَهُ
أُوْلَـئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللّهُ إِنَّ اللّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ) (التوبة:
71)
" Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan,
sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain.
Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf, mencegah dari yang mungkar,
mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah
dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya
Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.( QS. Al-Taubah: 71).
`*•.¸☆♥✿ Wasiat Pertama: Berpegang teguh dengan tauhid dan waspada terhadap syirik.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
قال الله تعالى : (لاَ إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَد تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ
مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِن بِاللّهِ فَقَدِ
اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىَ لاَ انفِصَامَ لَهَا وَاللّهُ
سَمِيعٌ عَلِيمٌ) (البقرة: 256)
"Tidak ada paksaan untuk
(memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar
daripada jalan yang sesat. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada
Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang
kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha
Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 256).
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
قال الله تعالى : (وَمَن يُسْلِمْ وَجْهَهُ إِلَى اللَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ
فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى وَإِلَى اللَّهِ عَاقِبَةُ
الْأُمُورِ) (لقمان: 22)
" Dan barang siapa yang menyerahkan
dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka
sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh. Dan hanya
kepada Allah-lah kesudahan segala urusan. (QS. Luqman: 22)
Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah berkata, “Pondasi
dan dasar din Islam adalah dua perkara yang besar, yaitu:
Pertama: Perintah untuk beribadah kepada Allah semata dan menganjurkan
berbuat seperti itu serta saling mecintai karena hal tersebut, juga
mengkafirkan orang yang meninggalkannya. Allah subhanahu wa ta’ala
berfirman:
قال الله تعالى : (قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْاْ
إِلَى كَلَمَةٍ سَوَاء بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلاَّ نَعْبُدَ إِلاَّ
اللّهَ وَلاَ نُشْرِكَ بِهِ شَيْئاً وَلاَ يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضاً
أَرْبَاباً مِّن دُونِ اللّهِ فَإِن تَوَلَّوْاْ فَقُولُواْ اشْهَدُواْ
بِأَنَّا مُسْلِمُونَ) (ال عمران: 64)
Katakanlah: "Hai Ahli
Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak
ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali
Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak
(pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain
Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: Saksikanlah,
bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". (QS.
Ali Imron: 64)
Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada
Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam untuk menyeru para ahli kitab
agar mereka kembali kepada makna: (لا إله إلا الله) yaitu kalimat yang
diserukan oleh Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam kepada bangsa
Arab dan yang lainnya. Dan kalimat yang sama adalah (لا إله إلا الله)
maksudnya tiada yang berhak disembah dengan sebenarnya kecuali Allah,
maka tidak boleh berdo’a, meminta pertolongan, menyembelih dan bernazar
atau ibadah yang lainnya kecuali diberikan kepada Allah, dan inilah
dakwah para Rasul semoga Allah mencurahkan kesejahteraan kepada mereka.
`*•.¸☆♥✿ Wasiat kedua: Menjauhi syirik dalam beribadah kepada Allah,
mewaspadai perkara tersebut dengan kewaspadaan yang tinggi, serta
memusuhi orang yang syirik dan mengkafirkan orang yang melakukan syirik.
Sebab tauhid tidak akan sempurna kecuali dengan hal ini, dan itulah
agama para Rasul, mereka telah memperingatkan kaum mereka dari syirik,
sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:
قال الله تعالى : (وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولاً أَنِ اعْبُدُواْ اللّهَ وَاجْتَنِبُواْ الطَّاغُوتَ) (النحل: 36)
" Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk
menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut”.( QS.
Al-Nahl: 36).
Syirik akan menghapuskan semua pahala dan amal,
baik yang kecil dan yang besar, Allah tidak menerima apapun dari para
pelaku syirik, tidak juga menerima perbuatan yang sifatnya wajib atau
sunnah. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
قال الله تعالى : (وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاء مَّنثُوراً ((الفرقان: 23)
" Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan
amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan." (QS. Al-Furqon: 23)
Di antara musibah yang membuat tubuh dan hati menjadi khawatir dan
merupakan bahaya besar yang mengancam pondasi yang paling berharga bagi
umat ini adalah apa yang ditayangkan oleh para musuh-musuh Islam melalui
berbagai media elektronik, dan media lainnya berupa iklan-iklan yang
menghancurkan dan mengarah kepada terciptanya keraguan kaum muslimin
terhadap agama mereka sendiri, dan menggiring mereka kepada tindakan
untuk meninggalkan agama mereka. Waspadalah! inilah bahaya yang pertama.
Bahaya kedua: Kita melihat tersebarnya para tukang ramal dan tukang
sihir, dan banyak orang yang mendatangi mereka dengan tujuan berobat dan
alasan lainnya. Maka tidak boleh bagi wanita yang beriman mengunjungi
tempat-tempat paranormal, yaitu orang-orang yang menganggap dirinya
mengetahui perkara-perkara yang gaib, untuk mengetahui jenis penyakit,
sebagaimana mereka juga tidak boleh membenarkan apa yang dikatakan oleh
dukun paranormal tersebut, sebab mereka cuma mengira-ngira tentang
perkara yang gaib, atau mereka mendatangkan jin guna meminta tolong
kepada mereka untuk memenuhi permintaan mereka. Mereka ini dihukumi
dengan kafir dan sesat apabila mengatakan bahwa mereka mengetahui
perkara yang gaib.
Diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab
shahihnya dari Shafiyah dari sebagian istri-istri Nabi Muhammad
shalallahu ‘alaihi wasallam bahwa Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi
wasallam bersabda: Barangsiapa yang mendatangi paranormal dan bertanya
tentang sesuatu maka dia tidak akan diterima shalatnya selama empat
puluh malam”.
Banyak bahaya lain yang mengancam umat ini dan
tidak mungkin bisa keluar darinya kecuali dengan mewujudkan tauhid dan
berpegang teguh padanya, mengetahui kesyirikan dan kekafiran serta
waspada terhadap keduanya dan berlepas diri dari keduanya.
`*•.¸☆♥✿ Wasiat yang ketiga: Menjaga shalat baik rukun, syarat dan
perkara-perkara yang wajib. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
قال الله تعالى : (حَافِظُواْ عَلَى الصَّلَوَاتِ والصَّلاَةِ الْوُسْطَى وَقُومُواْ لِلّهِ قَانِتِينَ) (البقرة: 238)
" Peliharalah segala shalat (mu), dan (peliharalah) salat wusthaa.
Berdirilah karena Allah (dalam salatmu) dengan khusyuk. (QS. Al-Baqarah:
238)
Shalat adalah ibadah yang paling pertama yang akan
ditanya oleh Allah pada hari kiamat. Diriwayatkan oleh Al-Thabrani di
dalam kitab Al-Mu’jamul Ausath dari Abdulllah bin Qarth bahwa Nabi
Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Perkara pertama yang
akan dihisab oleh Allah terhadap hamba -Nya pada hari kiamat adalah
shalat, jika shalatnya baik maka baiklah amal ibadah yang lain, dan jika
rusak maka rusaklah semua amalnya yang lain”.
Dan perkara
terakhir yang diwasiatkan oleh Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam
pada saat beliau menghadapi sakartul maut adalah bahwa beliau bersabda,
“Jagalah shalat, jagalah shalat dan apa-apa yang dimilki oleh tangan
kanan kalian”.
Diriwayatkan oleh Abu Dawud di dalam kitab
sunannya dari Ubadah bin Shamit dia berkata, aku telah mendengar
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Shalat lima waktu yang
telah diwajibkan oleh Allah atas hamba -Nya, maka barangsiapa yang
mengerjakannya dan tidak menyia-nyiakannya karena meremehkan hak-haknya,
maka Allah akan berjanji untuk memasukkannya ke dalam surga, dan
barangsiapa yang tidak mengerjakannya maka tidak ada janji dari Allah
untuk memasukkannya ke dalam surga, jika Allah berkehendak maka maka Dia
akan menyiksanya dan jika dia berkehendak maka Dia akan memasukkannya
ke dalam surga”.
Dan ketahuilah wahai saudariku seiman bahwa
tidak akan sempurna keislaman seseorang sehingga dia mengerjakan rukun
Islam yang lima. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Abdullah
bin Umar radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi
wasallam bersabda, “Islam itu didirikan atas lima pondasi, bersaksi
bahwa tiada zat yang lebih berhak disembah dengan sebenarnya kecuali
Allah dan aku bersaksi bahwa Muhamad adalah utusan Allah, mendirikan
shalat, menunaikan zakat dan berpuasa pada bulan ramadhan serta berhaji
ke baitullah”.
`*•.¸☆♥✿ Wasiat yang keempat: Bertafaquh dalam agama. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
قال الله تعالى : (قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ
لَا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُوْلُوا الْأَلْبَابِ) (الزمر: 9)
“Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan
orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah
yang dapat menerima pelajaran.” (QS. Al-Zumar: 9)
Di dalam
riwayat Al-Bukhari dan Muslim dari Mu’awiyah RA bahwa Nabi Muhammad
shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang dikehendaki oleh
Allah suatu kebaikan maka dia akan diberikan kepahaman dalam agama”.
Oleh karena itulah seorang wanita muslimah harus mendalami perkara
agamanya dengan cara menghadiri pengajian dan ceramah-ceramah agama,
mendengarkan kaset-kaset yang bermanfaat, membaca buku-buku yang
berguna, dan yang terpenting adalah mengahafal kitab Allah, dia adalah
puncak semua ilmu, sumber hikmah, taman bagi orang-orang yang shaleh,
perisai dari kesesatan yang nyata serta beramal dengannya. Aisyah RA
berkata: “Alangkah baiknya wanita-wanita Anshar, rasa malu tidak
mencegah mereka untuk bertanya tentang urusan agama mereka”.
`*•.¸☆♥✿ Wasiat kelima: Bertaqwa kepada Allah dan muraqabah kepada -Nya
dalam keadaan sunyi atau ramai, sebab taqwa kepada Allah adalah wasiat
Allah bagi orang-orang terdahulu dan yang akan datang. Allah subhanahu
wa ta’ala berfirman:
قال الله تعالى : (وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِينَ
أُوتُواْ الْكِتَابَ مِن قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ اتَّقُواْ اللّهَ
((النساء: 131)
“..dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada
orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu;
bertakwalah kepada Allah”. (QS. Al-Nisa’: 131 )
Dan Nabi
Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam banyak berwasiat kepada para
shahabatnya agar mereka bertaqwa kepada Allah, di dalam riwayat Irbadh
bin Sariyah bahwa Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Aku berwasiat kepada kalian agar bertaqwa kepada Allah, hendaklah
kalian mendengar dan taat”.
Dan waspadalah terhadap kemaksiatan
baik yang kecil atau yang besar, dan Allah telah menjanjikan bagi orang
yang meninggalkan dosa-dosa besar bahwa akan dihapuskan dosa-dosa kecil
mereka dan akan dimasukkan ke dalam tempat yang mulia. Allah subhanahu
wa ta’ala berfirman:
قال الله تعالى : (إِن تَجْتَنِبُواْ كَبَآئِرَ
مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُم
مُّدْخَلاً كَرِيماً) (النساء: 31)
Jika kamu menjauhi dosa-dosa
besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya
Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami
masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga). (QS. Al-Nisa’: 31).
`*•.¸☆♥✿ Wasiat yang keenam: Amar Ma’ruf Nahi Mungkar. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
قال الله تعالى : (يَا نِسَاء النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِّنَ
النِّسَاء إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ
الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلاً مَّعْرُوفاً) (الأحزاب: 32)
Hai istri-istri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain,
jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk(^) dalam berbicara
sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya,(^) dan
ucapkanlah perkataan yang baik, (QS.Al-Ahzab: 32.)
Dan ini
adalah perintah bagi istri-istri Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi
wasallam untuk menjaga mereka dan juga bagi seluruh wanita-wanita
muslimah lainnya Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
قال الله تعالى
: (وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ
يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ
الصَّلاَةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللّهَ وَرَسُولَهُ
أُوْلَـئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللّهُ إِنَّ اللّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ) (التوبة:
71)
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan,
sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain.
Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf, mencegah dari yang mungkar,
mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah
dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya
Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al-Taubah: 71.)
Oleh karena itulah maka wajib bagi wanita muslimah untuk memperhatikan
syi’ar Islam yang agung ini khususnya di rumah bersama anak-anak dan
anggota keluarganya, lalu jika dia melihat pada diri saudaranya suatu
kelalaian dalam ketaatan kepada Allah baik dalam pelaksanaan shalat dan
puasa mereka atau dalam menjalankan hak-hak sebagai suami atau yang
perkara lainnya maka hendaklah dia menasehati mereka dengan kata-kata
yang baik, dan nasehat yang benar, dengan mencontoh para wanita dari
kalangan shahabat, dan semoga Allah meredhai mereka semua.
`*•.¸☆♥✿ Wasiat ketujuh: Bersifat malu. Allah subhanahu wa ta’ala
berfirman tentang Nabi Musa alaihissalam pada saat beliau membantu dua
orang wanita untuk memberikan minum ternak mereka:
قال الله تعالى :
(فَجَاءتْهُ إِحْدَاهُمَا تَمْشِي عَلَى اسْتِحْيَاء قَالَتْ إِنَّ أَبِي
يَدْعُوكَ لِيَجْزِيَكَ أَجْرَ مَا سَقَيْتَ لَنَا) (القصص: 25)
Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu
berjalan kemalu-maluan, ia berkata: "Sesungguhnya bapakku memanggil kamu
agar ia memberi balasan terhadap (kebaikan) mu memberi minum (ternak)
kami". (QS. Al-Qoshos: 25)
Sangat disayangkan bahwa sifat malu
sangat jarang dimiliki banyak wanita zaman sekarang ini, contohnya
adalah keluarnya wanita ke pasar bersama supir sendirian atau memakai
cadar yang diletakkan pada pertengahan hidung, cadar tersebut menutupi
apa yang dibawah hidung namun menampakkan mata dan kening, atau memakai
celana panjang di hadapan para wanita atau memakai pakaian abaya pada
pundak atau memakai pakaian yang sempit dan terbuka atau bertelanjang.
Diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab shahihnya dari Abi Hurairah RA
bahwa Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Dua golongan
dari penghuni neraka yang tidak pernah aku saksikan, dan beliau
menyebutkan salah satunya adalah:.....para wanita yang berpakaian namun
telanjang, berjalan lenggak lenggok dan memikat, kepala mereka seperti
punuk unta yang miring, mereka tidak akan masuk surga dan tidak pula
mendapatkan bau harumnya, padahal keharuman surga itu didapatkan dari
jarak ini dan ini”.
Oleh karena itulah, maka wajib bagi wanita
muslimah untuk waspada terhadap tipu daya musuh-musuh Allah terhadap
diri mereka, mereka ingin agar para wanita hidup bebas, menjadi barang
murahan di tangan-tangan mereka, mereka ingin mengebiri para wanita
muslimah dari keimanan dan agama mereka dan keluar dari fitrah yang
telah diciptakan oleh Allah. Oleh sebab itulah maka setiap wanita
muslimah harus menyadari hal tersebut.
`*•.¸☆♥✿ Wasiat kedelapan: Memperbanyak shedeqah. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
قال الله تعالى : (لاَّ خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِّن نَّجْوَاهُمْ إِلاَّ مَنْ
أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلاَحٍ بَيْنَ النَّاسِ وَمَن
يَفْعَلْ ذَلِكَ ابْتَغَاء مَرْضَاتِ اللّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْراً
عَظِيماً) (النساء: 114)
Tidak ada kebaikan pada kebanyakan
bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh
(manusia) memberi sedekah, atau berbuat makruf, atau mengadakan
perdamaian di antara manusia. Dan barang siapa yang berbuat demikian
karena mencari keridaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala
yang besar.( QS. Al-Nisa’: 114.)
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
قال الله تعالى : (قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَن يَشَاءُ
مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ وَمَا أَنفَقْتُم مِّن شَيْءٍ فَهُوَ
يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ) (سبأ:39 )
Katakanlah:
"Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya
di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang
dikehendaki-Nya)". Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah
akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya. (QS.
Saba’: 39)
Di dalam Shahih Muslim dari Jabir bin Abdullah bahwa
Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam memberikan peringatan kepada
para wanita, dalam sabdanya, “Perbanyaklah bershedeqah sebab sebagian
besar kalian adalah sebagai kayu bakar api neraka”.
Ibnul
Qoyyim rahimahullah berkata, “Dan memberi hadiah serta bersedeqah adalah
perbuatan yang paling dicintai oleh Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi
wasallam, dan kesenangan beliau saat memberi lebih besar dari kesenangan
orang yang mengambil pemberian yang diberikan kepadanya, beliau adalah
orang paling dermawan dengan kebaikan, tangan kanan beliau bagaikan
angin yang berhembus kencang, dan apabila ada orang yang membutuhkan
datang meminta maka beliau mendahulukannya dari kepentingan pribadinya,
terkadang mendahulukan mereka dengan makanan, terkadang pula dengan
pakaian dan Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan
untuk bersedeqah dan menganjurkan umatnya untuk melakukan hal tersebut,
dan beliau mengarahkan umat ini kepadanya baik dengan harta dan
perkataan beliau, oleh karena itulah maka beliau adalah manusia ciptaan
Allah yang paling lapang dadanya, yang paling baik kehidupannya, paling
halus hatinya dan shedeqah tersebut memiliki dampak yang sangat
mengagumkan dalam menciptakan kelapangan dada”.
Dan shedeqah
yang paling baik adalah shedeqah yang pahalanya tetap mengalir bagi para
hamba walaupun dia telah meninggal dunia, itulah shedeqah jariyah,
seperti menggali sumur, membangun mesjid, mencetak buku-buku agama,
wakaf-wakaf yang pemanfaatannya untuk kemaslahatan sosial, yaitu untuk
orang fakir dan miskin dan yang lainnya.
`*•.¸☆♥✿ Wasiat
kesembilan: Menjauhi teman yang buruk. Dan Allah subhanahu wa ta’ala
menyebutkan bahwa manusia pada hari kiamat akan menyesal dengan teman
yang buruk yang menyesatkannya dan menjauhkannya dari jalan kebenaran.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
قال الله تعالى : (وَيَوْمَ
يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ
الرَّسُولِ سَبِيلاً يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَاناً
خَلِيلاً لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءنِي وَكَانَ
الشَّيْطَانُ لِلْإِنسَانِ خَذُولاً وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ
قَوْمِي اتَّخَذُوا هَذَا الْقُرْآنَ مَهْجُوراً )(الفرقان: 27-30)
Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang lalim menggigit dua
tangannya, seraya berkata: "Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan
bersama-sama Rasul." Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu)
tidak menjadikan si fulan itu teman akrab (ku). Sesungguhnya dia telah
menyesatkan aku dari Al Qur'an ketika Al Qur'an itu telah datang
kepadaku. Dan adalah setan itu tidak mau menolong manusia. Berkatalah
Rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur'an ini suatu
yang tidak diacuhkan". (QS. Al-Furqon: 27-30)
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
قال الله تعالى : (الْأَخِلَّاء يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ) (الزخرف: 67)
Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian
yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Zukhruf: 67.)
Diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim bahwa Nabi Muhammad shalallahu
‘alaihi wasallam bersabda, “Perumpamaan teman yang baik dan teman yang
buruk sama seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Adapun
penjual minyak wangi baik dia akan memberimu atau engkau membeli minyak
wangi darinya atau engkau akan mendapat bau yang wangi darinya.
Sementara tukang pandai besi baik dia akan membakar pakaianmu atau
engkau akan mendapat bau yang buruk darinya”.
Banyak wanita
yang gagal dalam pendidikannya karena teman yang buruk, banyak wanita
yang kehormatannya terbengkalai dan hilang disebabkan oleh teman yang
buruk, banyak wanita yang tenggelam dalam obat-obat terlarang dan
mabuk-mabukkan dan berbagai bencana buruk yang diakibatkan oleh
tindakan-tindakan terlarang tersebut.
Oleh karena itulah aku berwasiat kepada saudariku yang beriman agar mereka tetap bersahabat dengan teman yang shaleh.
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, semoga shalawat dan salam
tetap tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad dan kepada keluarga,
shahabat serta seluruh pengikut beliau.